Sepenggal Kisah(Anonim)

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang mengarungi laut sendirian. Di tengah pengarungannya, badai menghalanginya. Kapal pemuda itu pun akhirnya terkoyak oleh ombak sampai akhirnya hancur berkeping-keping. Sedangkan pemuda itu terseret oleh arus gelombang laut dan terdampar di sebuah pulau.
Setelah beberapa waktu pemuda itu akhirnya tersadar. Diamati sekelilingnya. Dia terlalu asing dengan pemandangan di sekitarnya. Sesaat kemudian tersadar akan badai yang menyerang kapalnya di tengah laut. Ia pun bangkit dan mengelilingi pulau itu berharapmenemukan peradapan di sana.
Alhasil, pemuda itu tak mendapatkan apapun di sana. Ia hanya sebatang kara di sana. Pemuda itu akhirnya lemas.
Dia berkata, " Tuhan, kenapa engaku berikan cobaan yang begitu berat kepada hamba-Mu ini," sambil menghela nafas yang begitu panjang, "hamba tak sanggup, Tuhan."
Pemuda itu terus mengadu pada Tuhan. Sampai Akhirnya ia tertidur.
Setelah ia bangun, ia bangkit dari keterperukannya. Ia mulai mencari makan, sumber air dan membangun sebuah gubuk kecil. Ia mencoba untuk bertahan.
Beberapa bulan telah berlalu, sebuah perahu terlihat berlayar melewati pulau itu. pemuda itu pun berlari menuju pantai sambil berteriak-teriak, mengejar perahu itu agar tak berlalu begitu saja. Tapi sema harapanya kandas begitu saja. perahu itu menghilang di ujung cakrawala tanpa mau mendengar teriakanya.
Pemuda itu berkata dalam hatinya,"semoga perahu itu lewat sini lagi. besok aku akan menunggu kedatangannya dari pagi."
Keesokan paginya pemuda itu pergi ke pantai. Dan mulai menunggu kedatangan perahu itu. Namun sampai begitu sore perahu itu tak kunjung datang.
Pemuda itu memutuskan untuk menunggunya besok lagi. Sesaat pemuda itu akan pergi dari pantai itu perahu yang kemarin lewat, sang pemuda pun berteriak-teriak. Tapi awak perahu itu begitu tuli. Suara ombak mengubur teriakan pemuda itu. Dan seperti kemarin, pemuda itu tak mendapatkan apa-apa.
"Tuhan, begitu bencikah Dirimu kepadaku?" pemuda itu mulai mengumpat pada Tuhan.
Ia pun memutuskan untuk kembali ke gubuknya tetapi sesampainya di guknya ia melihat lagi sebuah masalah. Gubuknya terbakar. kemungkinan karena terlalu tergesa-gesa menuju pantai ia lupa mematikan api tadi malam.
"aahh.. Bodoh sekali diriku ini. Hanya untuk mematikan api saja aku terlupa. Kenapa? Apakah Engkau terlalu benci kepadaku?"
"memang aku ini hamya bisa membuat masalah saja. Aku terlalu sombong untuk mengarungi lautan itu sendiri. Aku terlalu hina untuk hidup."
"Tuhan, aku membenci-Mu. Aku benar-benar membencimu."
Pemuda itu terus menyalahkan dirinya dan Tuhan sampai tenaganya habis dan jatuh pingsan.
"Eh bangun..bangun.." teriak seseorang.
Pemuda itu tersadar. Didapatinya beberapa orang laki-laki.
"Si..si..siapa kalian?" pemuda itu bertanya dengan ketakutan.
"Kami awak kapal perahu yang sering lewat sini. kami kira di sini pulau yang tak berpenghuni. Tapi tadi sore kami melihat asap tebal dari pulau ini. kami kira ada orang yang meminta bantuan. Ternyata bersumber dari gubuk anda yang terbakar."
Dalam pikiranya, pemuda itu minta maaf kepada Tuhan. Ternyata dengan terbakarnya gubuknya ia dapat kembali ke kota.

End. Amanahnya pikirkan sendiri ya..
Share: