mungkin kita terlampau jauh melangkah
sampai kedua kaki kita terkulai lemah
kala langit-langit saga
belum beranjak meninggalkan senja
Ibu telah memberikan bekal
sebungkungkus nasi
dan seiris daging
kini,
setetes air yang tersisa
dengan sisa-sisa nasi
yang masih menempel di pembungkusnya
mungkin kita terlupa
tentang pagi,
setelah kelamnya malam
tanah-tanah masih menyapa kita
burung gereja
masih bernyanyi untuk kita