menyapamu
meracik kata, mengeja pagi
meramu waktu menjadi rindu
mengubah ruang menjadi sayang
menghilang
menjemput secercah cahaya
menguntainya menjadi tanya
apa kabar kau hari ini?
lalu roman-roman itu bercerita
menulis apa, siapa dan mengapa
ditemani kopi
dan seputung rokok
yang asap-asapnya tersisa
dan menjebakku dalam sepenggal kisah
membingkainya dengan air mata
pagi, siang dan senja
hanya malam dan cerita