siang menyerang
menyapa kita yang tak buta
angin masih menerbangkan layang-layang kita
dan kau masih menggenggam erat jerat
tali layang-layang
kau tertawa
layang-layang berenang membelah angkasa
seperti mimpi yang tak bertepi
semakin tinggi
dan kau masih menambatkannya pada ujung jemari
kadang kau tarik
kadang kau ulur
sampai senja menyapa kita
membalik terik menjemput temaram kelam
hingga kau berjanji
esok akan kembali
membawa layang-layang baru untuk kita