Aku ternyata benar-benar mati, berserakan diantara puing-puing kepercayaan
Telah lenyap dari hatimu yang senyap
Tak ada lagi aku dalam kamus pikiranmu
Apakah kalian lupa akan sorak kita saat berpijak di atas padang yang kita sebut kemenangan?
Apakah senja yang kita korbankan begitu mudah untuk dihapuskan?
Apakah perjuangan memang harus berakhir dengan sebuah kematian?
Coba katakan, kawan! Aku ingin mendengar vonis yang mungkin manis atau bengis
hanya dari bibir, lidah dan mulutmu yang kadang tersenyum saat melihatku
Apakah aku benar-benar telah mati,kawan?
Terbunuh oleh waktu atau prasangkaku selepas pertarungan itu