sore ini,
matahari nanar di pelupuk matamu
kau ramu
menjadi serpihan abu
bercampur gerimis tangis
semenit lalu
bayu bertamu
: burung camar
di pesisir senja
telah tertangkap
masuk surga
kau bilang neraka
langit itu masih saga
luas menunggu fajar
berlarilah
diantara ilalang setinggi badan
seperti sajak ini
bermula mimpi